Software Portable adalah aplikasi yang dapat dijalankan tanpa memerlukan instalasi pada sistem. Ia dibuat untuk penggunaan bersama Portable Drive seperti External HardDisk, USB, MP3 Player atau PDA. Biasanya software ini di kemas dalam bentuk paket (packed) yang ringkas dan dapat djalankan hanya dengan beberapa klik saja. Ia bekerja dengan cara meng-emulsi-kan lingkungan kerjanya sendiri tanpa ‘menyentuh’ sistem registry, sehingga sistem lebih bersih.
Indeks
Karakteristik Software Portable
Suatu aplikasi dapat dikatakan sebagai Software Portable minimal harus memiliki 3 karakteristik berikut:
- Tidak memerlukan instalasi pada komputer lokal. Sehingga dapat disimpan dalam Portable Storage seperti External HardDisk, USB, MP3 Player, dan PDA.
- Tidak menulis registry baru dan tidak merubah setingan pada sistem. Kalaupun ia membuat configuration file (misal: INI file), akan disimpan di direktorinya sendiri.
- Tidak meninggalkan jejak memori maupun file pada komputer setelah digunakan. Log file selama penggunaan akan disimpan di direktorinya sendiri.
Kelebihan Software Portable
Gratis
Kebanyakan dari Software Portable didistribusikan sebagai freeware, shareware atau open source.
Efisien dan fleksibel
Pertimbangkan ilustrasi berikut: Kita sudah meng-install semua software yang kita butuhkan di Drive C: (untuk pengguna Windows). Lalu karena suatu hal Windows-nya crash dan harus di-instal ulang. Betapa malasnya harus satu-persatu meng-instal ulang aplikasi-aplikasi seperti sebelumnya.
Hal itu tidak perlu terjadi apabila kita menggunakan Software Portable. Kita bisa menyimpannya di Drive mana saja, semisal di Drive D: atau E:. Jadi walau Windows kita berulang kali diganti, aplikasi kita tetap aman di Drive lain.
Sistem lebih bersih
Aplikasi yang kita install di Windows akan mendaftarkan dirinya ke sistem registry. Sistem Registry adalah database yang berisi informasi versi, konfigurasi file, alokasi memori (dan lainnya) dari aplikasi. Sering waktu dengan bertambahnya aplikasi, serta proses un-install yang tidak bersih, mejadikan sistem registry penuh dengan sampah, yang bisa menyebabkan kerusakan sistem. Sementara Software Portable tidak mencatatkan registry pada sistem, dengan begitu sistem kita akan lebih bersih.
Relatif lebih aman
Pertimbangkan ilustrasi berikut: Kita sedang memakai komputer publik, baik di warnet, kampus atau kantor. Kita lalu membuka browser yang sudah ter-install di komputer tersebut. Kemudian melakukan aktifitas blogging, surfing, cek email dan lainnya. Lalu setelah selesai, browser pun ditutup, kita pulang. Sekilas tidak ada hal penting dari rutinitas tersebut. Tapi bentar dulu teman, semua aktifitas kita sudah tercatat dalam log komputer tadi. Apalagi kalau kita lupa logout dari email atau jejaring sosial kita, bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Software Portable tidak meninggalkan jejak berarti pada komputer kita. Karena itu selalu simpan Browser Portable dan IM Portable di Portable Drive kita. Apabila ingin memakai komputer publik, gunakan aplikasi yang kita bawa sendiri. Dengan begitu akan meminimalkan vulnerabilitas kita dalam aktifitas ber-internet.
Kelemahan Software Portable
Waktu loading awal lebih lama
Berbeda dengan software biasa, Software Portable membangun lingkungan kerjanya sendiri. Proses ini menjadikannya membutuhkan waktu loading awal lebih lama.
Rilis versi terbaru lebih lambat
Software Portable adalah software reguler yang dibuat lebih ringkas. Jadi proses pembuatannya menunggu software regulernya dirilis lebih dulu. Sehingga seringkali versi terbaru dari software reguler sudah beredar, sementara versi portablenya belum ada.
Beberapa fitur dipangkas
Ada harga yang harus dibayar untuk portabilitas dan fleksibilitas. Software Portable di disain untuk lebih kecil dan ringkas daripada aplikasi reguler. Karena itu beberapa fitur dipangkas agar ukurannya menyusut.
Pindah ke Software Portable
Apakah aplikasi yang biasa kita pakai sudah ada versi portable-nya? Silahkan googling untuk mendapatkan jawabannya. Cukup ketikkan “nama_software_anda portable” di Google, bisa jadi kita akan kaget ternyata software versi portable-nya sudah ada. Berikut beberapa Software Portable dari http://portableapps.com yang bisa kita pakai dalam aktifitas menggunakan komputer sehari-hari:
Web Development
- XAMPP Portable – Apache, MySQL, PHP and Perl
- Nvu Portable & KompoZer Portable – Web Editor
- Firefox Portable – Browser
- Opera Portable – Browser
- FileZilla Portable – FTP Client
Office
- AbiWord Portable – Word Processor
- OpenOffice Portable – Word Processor
Graphics & Pictures
- Blender Portable – 3D Modelling
- GIMP Portable – Photo Editor
Music & Video
- MPlayer Portable – Multimedia Player
- VLC Media Player Portable – Multimedia Player
Utilities
- InfraRecorder Portable – CD/DVD Burner
- JkDefrag Portable – Disk Defragmentation
Kesimpulan
Saya sendiri adalah fans dari Software Portable. Hampir semua aplikasi yang saya gunakan sehari-hari, mulai dari mengetik, mendengarkan lagu, menonton film, sampai developing web, menggunakan aplikasi portable gratis.
Dua alasan utama saya memakai apikasi portable; Pertama, Drive C: saya lebih bersih. Ya saya seringkali mengalami Windows crash, yang mengharuskan install ulang. Kedua, karena free dan open source. Saya masih menggunakan beberapa software bajakan dalam komputer saya. Alasan utama adalah mahalnya harga licensi software asli. Tentu saja itu membuat tidak nyaman. Jadi dengan menggunakan software open source, pelan tapi pasti, bisa encourage kita untuk meninggalkan atau paling tidak meminimalisir penggunaan sofware secara ilegal.
Ok teman, ini sedikit review tentang Software Portable. Kalau ada waktu silahkan mencoba beberapa aplikasi portable pada link di bawah ini. Mulai dari tool office sampai tool hacking ada di sana. Beberapa bisa membuat kita lupa waktu, karena keasyikan mengopreknya. Bisa jadi akan ada kepuasan sendiri nantinya. Karena selain bisa expand dan extend skill, kita juga tenang karena tidak atau minimal mengurangi menggunakan software ilegal. Salam :)


26 Sep 2009
yudiacro
650 views












sepp infonya, bisa dicoba neh biar drive C ku ga penuh… hihihi…tp blm gitu mudheng juga ding…
[Reply]
yudiacro Reply:
30 Sep 2009 at 22:44
@trieand, iya dek, jadi Drive C: gak perlu di kasih kapasitas yang besar. Bisa untuk Drive2 lainnya aja. Asik kan :D
Kalau mau coba, donlot aja barang 1 software. Trus nanti dari prosesnya extract dan jalankannya, bisa menjelaskan sendiri apa itu Portable Software. Selamat mencoba :)
walaupun punya kelemahan, tapi nampaknya software portable layak dicoba..
kesannya praktis..
thanks infonya, mas :)
[Reply]
yudiacro Reply:
04 Okt 2009 at 10:20
@wellsen, sama2 Mas Wellsen. Sebenarnya apabila dibandingkan dengan kelebihannya, kelemahannya bisa diabaikan. Bahkan sekarang versi portable juga tidak dipangkas lagi fitur2nya.
Dari semuanya, yang menjadi favorit saya Opera Portable. Ringan, cepat, praktis. Mulai dari browsing, chatting, email, RSS ada di sana. Apalagi Opera 10 ada fasilitas Turbo, yang bisa kompress web berkali2 lebih kecil. Cocok buat fakir bandwidth seperti saya :D
thanx mas infonya,,..
Langsung menuju TKP………
[Reply]
yudiacro Reply:
12 Okt 2009 at 18:51
@dikyhertha, sama-sama Mas DikyHertha. Makasih sudah berkunjung :)
Apalagi kalau aplikasi portable gratis di kasih software folderlock, lebih aman lagi terkendali.. kalo komputer bang yufi eh kleru bang yudi sering crash knpa gak pakai returnil.com aja…. puasti uamaan…
[Reply]
yudiacro Reply:
20 Okt 2009 at 17:01
@oralio, terima kasih infonya Mas. Terima kasih sudah berkunjung :)
informasi bagus nich gan dah tambah ilmu banyak nih setelah baca ni artikel…terkadang saya juga suka memakai software portable untuk keperluan tertentu karena malas menginstall software tapi nggak pernah ke pakai :)
[Reply]
yudiacro Reply:
12 Peb 2010 at 20:09
@grandchief, makasih sudah berkunjung gan :)
thanks, bermanfaat bgt infonya ^_^
[Reply]
yudiacro Reply:
16 Jul 2010 at 20:35
@Rizky, selamat datang :)